Bagaimana Masa Depan Dari Customer Service berbasis manusia?

Bagaimana Masa Depan Dari Customer Service berbasis manusia?



Semenjak dunia dihebohkan dengan adanya os android. Masa itu juga teknologi semakin maju, semakin berinovasi dan berbagai jaringan bermunculan.

Sejujurnya sebelumnya tahun 2010 saya yang dari kampung dan termasuk orang biasa-biasa saja tak mengerti dengan teknologi. Bahkan belum pernah memainkan game online seperti sekarang. Apalagi terjun ke dunia blog atau melek akan teknologi.


Sekarang jaman sudah canggih, aplikasi bermunculan, para programer yang berlomba-lomba menciptakan teknologi baru. Sampai teknologi berbasis chat pun muncul, buka sampai disitu saja melainkan beberapa robot dalam basis virtual seperti chatbot muncul. Dan sekarang sudah dipakai di beberapa perusahaan ternama untuk menjawab atau memberikan informasi bagi konsumen. Sebab saya pernah mengeluh ke situs provider seluler tentang pulsa yang terus kesedot. Ya dijawab deh sama chatbot. Dalam bahasa yang kaku dan itu-itu saja jawabannya, tak menentu.


Dalam adanya chatbot ini sebenarnya ada banyak keuntungan ataupun kerugian bagi kelangsungan hidup manusia, seperti;



Bagaimana masa depan dari Customer Service berbasis manusia?

Ketika kita berbicara masalah masa depan customer service manusia, ada beberapa poin perlu dibahas. Karena mungkin akan ada dampak dari lapangan pekerjaan.



Dalam dunia bisnis online chatbot sangatlah dibutuhkan, dikarenakan hal tersebut bisa memberi ruang bebas bagi customer service manusia. Seperti bisa menangani pertanyaan / keluhan dari konsumen yang meludak, ketika kita berbicara masalah keuntungan bagi perusahaan tersebut.


Akan tetapi setiap perubahan tidak akan terlepas dari resiko. Seperti akan beresiko pada lapangan pekerja tersebut. Namun menurut saya resiko itu bisa saja ditanggulangi, karena bagaimanapun chatbot itu masih berupa program yang masih butuh diawasi dan didampingi oleh manusia.


Dengan demikian masa depan dari Customer Service berbasis manusia masih dibutuhkan untuk mendampingi chatbot tersebut.


Kemudahan akan berinteraksi pada konsumen dengan chatbot itu penting bagi perusahaan besar. Karena kemudahan atau respon yang cepat bagi konsumen adalah hal yang sangat dibutuhkan, mungkin teman semua dari kalangan pebisnis online tertarik dengan produk chatbot maka bisa teman semua lihat produknya di sini , atau teman semua masih belum mengerti tentang cara kerja atau solusi terbaik bagi bisnis teman, bisa cek dulu saja di sini.

Kembali ke topik semula,, Bagaimana masa depan dari Customer Service berbasis manusia?


Mungkin yang paling kita mengerti dari pertanyaan itu adalah apakah masih dibutuhkan Customer Service berbasis manusia?, "Ya tentu saja masih dibutuhkan".


Sebab seperti yang saya bahas di atas, yang namanya teknologi atau program harus masih didampingi manusia. Mungkin paling sasaran rugi bagi basis manusia adalah kecilnya lapangan pekerjaan itu.


Tapi kita juga tidak perlu egois akan itu, karena adanya chatbot bisa membantu perusahan dengan biaya karyawan yang rendah. So itu adalah pemikiran orang sukses.


Beda lagi kalau kita memang siap jadi karyawan seumur hidup pasti akan berbicara seperti itu. Karena yang terbenak adalah mencari lapangan pekerjaan bukan berpikir bagaimana membuat lapangan pekerjaan.


Chatbot itu bagus bisa fast respon tapi kadang membuat kesal karena jawabannya tak berujung atau bisa dikatakan berputar-putar saja. Tapi saya tahu bahwa mungkin di masa mendatang akan menjadi lebih baik dari sekarang.


Intinya sih,,yang saya maksud dari artikel ini chatbot tidak akan merugikan Customer Service berbasis manusia, karena manusia masih dibutuhkan. Dan harus saling berdampingan ketika melayani keluhan dan pertanyaan dari konsumen.


Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment