Social Items


Jauh sebelum kita dewasa seperti sekarang, kisah hidup di waktu kecil selalu terinang dan teringat dalam pikiran. Mengingat begitu besar jasa seorang ayah dan ibu dalam berusaha membesarkan kita.

Kasih sayang yang tak pernah meminta balas budi, selalu di berikan orang tua kepada kita. Tak pernah meminta apa lagi memaksa. Kita sadar betapa lemahnya kita saat kita kecil dulu, yang tak bisa melakukan apapun sendiri.

Sekarang kita sudah beranjak dewasa, apa yang telah kita berikan kepada orang tua kita?, kalau bukan beban yang di sandarkan kepadanya.

Teman,, apakah teman tahu?, bagaimana orang tua mencari uang buat kita.

Mencarikan sekolah buat kita, mencarikan guru ngaji buat kita dan mencarikan pendamping buat kita. Semua kebutuhan kita selalu di penuhi oleh mereka.

"Tapi apa yang telah kita berikan padanya?"

"Renungkanlah teman...".

Kebahagian yang mereka impikan dari kita, bukalah materi. Melainkan prestasi yang kita raih. Secara mereka mendidik kita itu untuk menjadi orang yang pandai dan berguna bagi semua orang.

Sadarilah teman, kita sekarang pun selalu bandel dan melawan kepada mereka, menentang dan memaksa keinginan kepada mereka. Padahal kita sudah besar, sudah seharusnya kita mandiri.

Untuk itu mulai dari sekarang kita rubah diri kita, rubah akhlak kita, rubah tujuan kita. Supaya bisa memberikan hadiah besar kepada orang tua.

Hadiah yang besar yang melebihin materi. Hadiah yang akan terus mengalir walaupun orang tua sudah tidak ada di sisi kita. Kalau bukan kita menjadi orang yang soleh, orang yang beradab dan berilmu.

Itu hanya sekilas dari sisi hati yang rindu akan mereka. Catatan yang mengenang akan besar jasanya mereka. Semoga kedua orang tua kita selalu di jaga dan di lindungi oleh sang pencipta.

Mengenang orang tua


Jauh sebelum kita dewasa seperti sekarang, kisah hidup di waktu kecil selalu terinang dan teringat dalam pikiran. Mengingat begitu besar jasa seorang ayah dan ibu dalam berusaha membesarkan kita.

Kasih sayang yang tak pernah meminta balas budi, selalu di berikan orang tua kepada kita. Tak pernah meminta apa lagi memaksa. Kita sadar betapa lemahnya kita saat kita kecil dulu, yang tak bisa melakukan apapun sendiri.

Sekarang kita sudah beranjak dewasa, apa yang telah kita berikan kepada orang tua kita?, kalau bukan beban yang di sandarkan kepadanya.

Teman,, apakah teman tahu?, bagaimana orang tua mencari uang buat kita.

Mencarikan sekolah buat kita, mencarikan guru ngaji buat kita dan mencarikan pendamping buat kita. Semua kebutuhan kita selalu di penuhi oleh mereka.

"Tapi apa yang telah kita berikan padanya?"

"Renungkanlah teman...".

Kebahagian yang mereka impikan dari kita, bukalah materi. Melainkan prestasi yang kita raih. Secara mereka mendidik kita itu untuk menjadi orang yang pandai dan berguna bagi semua orang.

Sadarilah teman, kita sekarang pun selalu bandel dan melawan kepada mereka, menentang dan memaksa keinginan kepada mereka. Padahal kita sudah besar, sudah seharusnya kita mandiri.

Untuk itu mulai dari sekarang kita rubah diri kita, rubah akhlak kita, rubah tujuan kita. Supaya bisa memberikan hadiah besar kepada orang tua.

Hadiah yang besar yang melebihin materi. Hadiah yang akan terus mengalir walaupun orang tua sudah tidak ada di sisi kita. Kalau bukan kita menjadi orang yang soleh, orang yang beradab dan berilmu.

Itu hanya sekilas dari sisi hati yang rindu akan mereka. Catatan yang mengenang akan besar jasanya mereka. Semoga kedua orang tua kita selalu di jaga dan di lindungi oleh sang pencipta.

Subscribe Our Newsletter