Halaman

    Social Items

Saya itu seorang pelajar, tapi tempat belajar saya di asrama pondok pesantren. Jadi jauh dengan namanya tempat ramai, paling kadang-kadang belanja ke pasar tradisional untuk sekedar belanja kebutuhan masak dan mandi.

Orang-orang panggil saya kang santri, dan kata mereka santri itu norak, kemana-mana pake sarung dan peci, kaya baru saja di sunat(dengan logat agak mengejek).

"Sebenarnya saya agak kesal pada orang yang bilang seprti itu."

Tapi saya lebih baik diam, karena diam lebih bijak dari pada harus marah. Mungkin mereka tidak tahu Fashionnya santri. Sebenarnya sih santri itu pake sarung kemana-mana memang sudah menjadi gaya dan cara berpakaian santri. Tapi jangan salah loh, sarung dan pakaian yang santri pakai itu harganya tidaklah murah, bisa-bisa lebih mahal dari pada pakaian yang kamu pakai.

Sarung yang santri pakai itu beda-beda merek , tapi yang sudah sering di kenal itu sarung BHS, TAMER, HIDAYAT, RAJA MULIA, KETJUBUNG, dll. Harga satuannya sarung tadi itu sekitar satu 600rb sampai 1 juta , tapi ada juga yang sampai 2 sampai 2,5 jt. Kalau gak percaya dengan harga segitu, bisa di cek kok di BUKALAPAK.

Maaf gak ada maksud apa-apa berkata demikian. Tapi saya cuman mencoba mengenalkan cara Fashion nya santri. Supaya kita sama-sama bisa saling menghargai.

Saya juga sebenarnya memang agak norak sih. Selama saya mondok saya jarang kok belanja di Swalayan atau di Mall. Paling-paling di antar sama keluarga di rumah kalau sewaktu pulang.

Seperti waktu ulang tahun istri saya dulu. Sesudah saya Ta'aruf dengan istri saya sebelum kami menikah. Kami berkomitmen untuk masing-masing menyelesaikan hafalan quran dulu sebelum menikah dengan waktu hampir dua tahun.

Dalam kurun waktu itu kami tidak bisa saling mengucapkan salam, apa lagi bertemu. Karena jarak yang memisahkan kami, seperti antara Banten Dan Bandung.

Saya masih ingat jelas kok, sewaktu itu istri saya ulang tahun. Dan saya ingin sekali memberi hadiah kepada dia. Tapi hanya sebatas keinginan saja karena jarak tidak bisa memungkinkan. Dia ingin sekali saya belikan Jam Tangan dengan merek yang cukup ternama. Dikarenakan ekonomi saya pada saat itu sangatlah pas-pasan( maklum saya saat itu masih pelajar ) jadi saya lebih ke yang sederhana saja.

Sewaktu saya melamun di halaman asrama sambil memandang sawah yang menghampar luas. Saya di tegor oleh teman sekamar. Dia bertanya kepada saya "kok pagi-pagi melamun?". Saya menceritakan kepada dia tentang saya ingin memberi hadiah pada istri saya. Tapi kondisi saya yang tidak bisa keluar dari asrama.

Alhamdulilah akhirnya dia memberikan saran kepada saya supaya beli di BUKALAPAK saja. Tanpa lama menunggu, saya pun lari ke salah satu teman saya yang lain yang untuk sekedar meminjam HP. Karena hanya dia yang di perbolehkan memegang hp di asrama dengan alasan dia sudah menyelesaikan seluruh hafalannya.

Saya membeli Jam Tangan di Bukalapak dengan bantuan teman saya. Maklum saya pada saat itu sangat awan sekali dengan INTERNET. Boro-boro belanja online, mbah google pun yang masyur saya tidak tahu 😁😁😁.

Yah... itu hanya sebatas cerita pengalaman saya atas manfaat adanya situs jual beli online. Bisa membantu orang yang mau beli barang tapi tidak bisa menyempatkan waktu untuk pergi ke toko.

Sekarang saya sudah mengenal Internet. Bahkan di sela-sela aktivitas mengajar pengajian. Kadang saya menyempatkan menulis artikel di blog ini, untuk sekedar mengekspresikan hobi saya akan menulis.

Walau pun tak banyak yang saya tulis, tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi orang lain.

"TERIMA KASIH"

Sepenggal Pengalaman Belanja JamTangan Di Bukalapak

Saya itu seorang pelajar, tapi tempat belajar saya di asrama pondok pesantren. Jadi jauh dengan namanya tempat ramai, paling kadang-kadang belanja ke pasar tradisional untuk sekedar belanja kebutuhan masak dan mandi.

Orang-orang panggil saya kang santri, dan kata mereka santri itu norak, kemana-mana pake sarung dan peci, kaya baru saja di sunat(dengan logat agak mengejek).

"Sebenarnya saya agak kesal pada orang yang bilang seprti itu."

Tapi saya lebih baik diam, karena diam lebih bijak dari pada harus marah. Mungkin mereka tidak tahu Fashionnya santri. Sebenarnya sih santri itu pake sarung kemana-mana memang sudah menjadi gaya dan cara berpakaian santri. Tapi jangan salah loh, sarung dan pakaian yang santri pakai itu harganya tidaklah murah, bisa-bisa lebih mahal dari pada pakaian yang kamu pakai.

Sarung yang santri pakai itu beda-beda merek , tapi yang sudah sering di kenal itu sarung BHS, TAMER, HIDAYAT, RAJA MULIA, KETJUBUNG, dll. Harga satuannya sarung tadi itu sekitar satu 600rb sampai 1 juta , tapi ada juga yang sampai 2 sampai 2,5 jt. Kalau gak percaya dengan harga segitu, bisa di cek kok di BUKALAPAK.

Maaf gak ada maksud apa-apa berkata demikian. Tapi saya cuman mencoba mengenalkan cara Fashion nya santri. Supaya kita sama-sama bisa saling menghargai.

Saya juga sebenarnya memang agak norak sih. Selama saya mondok saya jarang kok belanja di Swalayan atau di Mall. Paling-paling di antar sama keluarga di rumah kalau sewaktu pulang.

Seperti waktu ulang tahun istri saya dulu. Sesudah saya Ta'aruf dengan istri saya sebelum kami menikah. Kami berkomitmen untuk masing-masing menyelesaikan hafalan quran dulu sebelum menikah dengan waktu hampir dua tahun.

Dalam kurun waktu itu kami tidak bisa saling mengucapkan salam, apa lagi bertemu. Karena jarak yang memisahkan kami, seperti antara Banten Dan Bandung.

Saya masih ingat jelas kok, sewaktu itu istri saya ulang tahun. Dan saya ingin sekali memberi hadiah kepada dia. Tapi hanya sebatas keinginan saja karena jarak tidak bisa memungkinkan. Dia ingin sekali saya belikan Jam Tangan dengan merek yang cukup ternama. Dikarenakan ekonomi saya pada saat itu sangatlah pas-pasan( maklum saya saat itu masih pelajar ) jadi saya lebih ke yang sederhana saja.

Sewaktu saya melamun di halaman asrama sambil memandang sawah yang menghampar luas. Saya di tegor oleh teman sekamar. Dia bertanya kepada saya "kok pagi-pagi melamun?". Saya menceritakan kepada dia tentang saya ingin memberi hadiah pada istri saya. Tapi kondisi saya yang tidak bisa keluar dari asrama.

Alhamdulilah akhirnya dia memberikan saran kepada saya supaya beli di BUKALAPAK saja. Tanpa lama menunggu, saya pun lari ke salah satu teman saya yang lain yang untuk sekedar meminjam HP. Karena hanya dia yang di perbolehkan memegang hp di asrama dengan alasan dia sudah menyelesaikan seluruh hafalannya.

Saya membeli Jam Tangan di Bukalapak dengan bantuan teman saya. Maklum saya pada saat itu sangat awan sekali dengan INTERNET. Boro-boro belanja online, mbah google pun yang masyur saya tidak tahu 😁😁😁.

Yah... itu hanya sebatas cerita pengalaman saya atas manfaat adanya situs jual beli online. Bisa membantu orang yang mau beli barang tapi tidak bisa menyempatkan waktu untuk pergi ke toko.

Sekarang saya sudah mengenal Internet. Bahkan di sela-sela aktivitas mengajar pengajian. Kadang saya menyempatkan menulis artikel di blog ini, untuk sekedar mengekspresikan hobi saya akan menulis.

Walau pun tak banyak yang saya tulis, tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi orang lain.

"TERIMA KASIH"
   
Baca Juga
Load Comments