Halaman

    Social Items

Di zaman sekarang harta telah menjadi tolak ukur mulianya seorang manusia. Sehingga orang-orang miskin hanya di pandang sebelah mata. Bahkan di dalam keluarga sendiri.

Dengan begitu maka hanya memperbanyak hartalah yang ada dalam pikiran mereka. Dan akhirnya membuat mereka lupa akan akhirat. Lupa akan mana saudara dan orang lain.

Tetkala duniawi telah masuk kedalam dada, maka gelaplah hati. Sehingga halal dan haram sudah tidak menjadi tolak ukur dasar kehidupan. Kesenangan duniawilah yang mereka pikir bisa membuat mereka bahagia.

Ini adalah musibah yang sangat besar dibandingkan dengan bencana alam yang sekarang telah terjadi di mana-mana. Karena ini adalah titik awal terjadinya musibah alam atau fitnah dalam kehidupan.

Mengapa bisa demikian? Karena kita tahu bahwa apa yang telah Allah Swt firmankan di dalam Al-qur'an, atau yang di ajarkan oleh ulama-ulama salaf. Dimana manusia sudah lupa akan qodratnya sendiri maka akan terjadi musibah di karenakan buah hasil tangan mereka sendiri.

Sudah banyak manusia di zaman sekarang tidak menghormati aturan-aturan agama. Banyaknya perlakuan Zina, Mabuk, Judi, Pembunuhan dan Kosupsi. Yang menjadi hal biasa di tayangkan di Televisi.

Apakah manusia akan tetap seperti ini hingga akhir hayat. Ketahuilah, bahwasannya hanya penyesalan yang akan kita rasakan di akhirat nanti, yang di hadapkan dengan siksa yang luar biasa dasyatnya. Kalau kita hanya seperti ini hidup di dunia.

Sebenarnya agama tidak melarang manusia untuk mencari harta dunia, akan tetapi lakukanlah dengan di barengi taqwa kepada sang pencipta. Supaya harta yang kita kumpulkan bisa menjadi jalan sampainya kita kepada keridhoan Allah Swt.

Gunakanlah sebagian dari harta kita untuk membantu orang-orang miskin. Bukan di gunakan harta untuk mengecilkan atau menghina orang-orang fakir.

Sahabat yang budiman, dari apa yang tertulis di atas tadi adalah suatu pèpèling / wejangan, supaya kita tidak terlalu bebas menerjang aturan untuk hal yang belum tentu bisa bermanfaat di kemudian hari.

Seperti ketika kita berjudi, apakah judi bermanfaat kepada kita?

Jawab pertanyaan itu sudah bisa anda jawab. Sebab hati nurani bisa membedakan mana haq mana batil.

Sahabat yang budiman, sekarang mungkin kita adalah orang yang sangat hina di mata manusia, tetapi kita harus ingat ketika kita telah taqwa kepada Allah, bisa jadi kita bisa mulia di hadapan Allah.

Saya di sini bukan bermaksud mengajarkan pada sahabat semua. Akan tetapi saya lebih mengajak untuk bersama-sama melakukan amal ibadah dengan sebaik-baiknya.

Karena saya sendiri pun terkadang dalam membangun blog ini sering meninggalkan kewajiban saya sebagai seorang muslim. Kadang meninggalkan sholat hanya di karenakan mengejar penghasilan dari blog.

Mungkin ini menjadi pengalaman saya yang harus saya tinggalkan. Karena harus sahabat tahu, semakin kita meninggalkan perintah Allah, maka tidak akan pernah merasakan ketenangan dalam hati. Walaupun harta sudah mencukupi.

Untuk itu sahabat, marilah kita sama-sama balik kejalan yang telah Allah Swt ridhoi. Dengan benar-benar memanfaatkan sisa kehidupan kita dengan melakukan amal ibadah, supaya kita bisa selamat di dunia dan di akhirat. (Amin)

Ketika Pandangan Hidup Sudah Di Butakan Dunia

Di zaman sekarang harta telah menjadi tolak ukur mulianya seorang manusia. Sehingga orang-orang miskin hanya di pandang sebelah mata. Bahkan di dalam keluarga sendiri.

Dengan begitu maka hanya memperbanyak hartalah yang ada dalam pikiran mereka. Dan akhirnya membuat mereka lupa akan akhirat. Lupa akan mana saudara dan orang lain.

Tetkala duniawi telah masuk kedalam dada, maka gelaplah hati. Sehingga halal dan haram sudah tidak menjadi tolak ukur dasar kehidupan. Kesenangan duniawilah yang mereka pikir bisa membuat mereka bahagia.

Ini adalah musibah yang sangat besar dibandingkan dengan bencana alam yang sekarang telah terjadi di mana-mana. Karena ini adalah titik awal terjadinya musibah alam atau fitnah dalam kehidupan.

Mengapa bisa demikian? Karena kita tahu bahwa apa yang telah Allah Swt firmankan di dalam Al-qur'an, atau yang di ajarkan oleh ulama-ulama salaf. Dimana manusia sudah lupa akan qodratnya sendiri maka akan terjadi musibah di karenakan buah hasil tangan mereka sendiri.

Sudah banyak manusia di zaman sekarang tidak menghormati aturan-aturan agama. Banyaknya perlakuan Zina, Mabuk, Judi, Pembunuhan dan Kosupsi. Yang menjadi hal biasa di tayangkan di Televisi.

Apakah manusia akan tetap seperti ini hingga akhir hayat. Ketahuilah, bahwasannya hanya penyesalan yang akan kita rasakan di akhirat nanti, yang di hadapkan dengan siksa yang luar biasa dasyatnya. Kalau kita hanya seperti ini hidup di dunia.

Sebenarnya agama tidak melarang manusia untuk mencari harta dunia, akan tetapi lakukanlah dengan di barengi taqwa kepada sang pencipta. Supaya harta yang kita kumpulkan bisa menjadi jalan sampainya kita kepada keridhoan Allah Swt.

Gunakanlah sebagian dari harta kita untuk membantu orang-orang miskin. Bukan di gunakan harta untuk mengecilkan atau menghina orang-orang fakir.

Sahabat yang budiman, dari apa yang tertulis di atas tadi adalah suatu pèpèling / wejangan, supaya kita tidak terlalu bebas menerjang aturan untuk hal yang belum tentu bisa bermanfaat di kemudian hari.

Seperti ketika kita berjudi, apakah judi bermanfaat kepada kita?

Jawab pertanyaan itu sudah bisa anda jawab. Sebab hati nurani bisa membedakan mana haq mana batil.

Sahabat yang budiman, sekarang mungkin kita adalah orang yang sangat hina di mata manusia, tetapi kita harus ingat ketika kita telah taqwa kepada Allah, bisa jadi kita bisa mulia di hadapan Allah.

Saya di sini bukan bermaksud mengajarkan pada sahabat semua. Akan tetapi saya lebih mengajak untuk bersama-sama melakukan amal ibadah dengan sebaik-baiknya.

Karena saya sendiri pun terkadang dalam membangun blog ini sering meninggalkan kewajiban saya sebagai seorang muslim. Kadang meninggalkan sholat hanya di karenakan mengejar penghasilan dari blog.

Mungkin ini menjadi pengalaman saya yang harus saya tinggalkan. Karena harus sahabat tahu, semakin kita meninggalkan perintah Allah, maka tidak akan pernah merasakan ketenangan dalam hati. Walaupun harta sudah mencukupi.

Untuk itu sahabat, marilah kita sama-sama balik kejalan yang telah Allah Swt ridhoi. Dengan benar-benar memanfaatkan sisa kehidupan kita dengan melakukan amal ibadah, supaya kita bisa selamat di dunia dan di akhirat. (Amin)
   
Baca Juga
Load Comments