Halaman

    Social Items


Assalamu'alikum sahabat....
Kali ini saya akan membahas pertanyaan dari segelitir teman saya yang mungkin sama dengan pertanyaan yang ada dalam hati anda.

Kenapa kita harus mondok di pesantren ?

Sebelum saya menjawab pertanyaan di atas. Lebih baiknya anda mengenal dulu apa itu Pesantren. Seperti yang saya kutip dari Wikipedia ini :

Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri.

Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pondok Pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian. Pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri, sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana terbuat dari bambu. Di samping itu, kata pondok mungkin berasal dari Bahasa Arab Funduq yang berarti asrama atau hotel.
Di Jawa termasuk Sunda dan Madura umumnya digunakan istilah pondok dan pesantren, sedang di Aceh dikenal dengan Istilah dayah atau rangkang atau menuasa, sedangkan di Minangkabau disebut surau.

Pesantren juga dapat dipahami sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal, di mana seorang kyai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut.

*Sekarang anda sudah mulai mengerti apa itu pesantren.

Sekarang saya akan memberikan jawab pada anda. Kenapa kita harus belajar dan mondok di Pesantren? .

Anda mungkin tahu, sekarang ini adalah zaman pergaulan semakin bebas, tempat-tempat maksiat semakin merajalela, obat-obatan terlarang banyak di jual belikan secara bebas, sex bebas telah mendapat hati di sebagian negara. Kasus-kasus pembunuhan semakin terdengar tiap hari di berita. Bahkan sangat ngeri ketika mendenga anak membunuh orang tua sendiri. Nauzubillah.

Semua itu tidak bisa di hilangkan, selagi kita memang hidup berdampingan dengan nafsu. Tapi minimal kita bisa mencegah diri kita atau keluarga kita, dari hal yang demikian.

Cara yang menurut saya tepat dari hal itu, ialah anda atau anak anda bisa belajar kepondok pesantren. Sebab di pesantern akan lebih di didik untuk menjauhi maksiat-maksiat di atas. Setidaknya kita berusaha menjauhinya.

Ada beberapa kasus, bahkan telah merambat ke masyarakat akan takut menjadi santri sebab akan menjadi teroris. Pemikiran yang demikian saya tolak dengan tegas, karena itu adalah fitnah yang besar.

Saya belajar di pondok pesantren itu lebih dari 12 tahun. Sering pindah-pindah karena ingin belajar pelajaran yang lain. Tidak ada satu pun kyai / guru yang mengajarkan muridnya untuk jadi teroris. Tetapi di didik untuk turut pada pemerintah, bahkan dalam ilmu fiqh ada ancaman bagi orang yang melawan/makar pada pemeritah.

Mana mungkin santri bisa jadi teroris, sedangkan dalam sejarah, santri dan kyai ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia ini. Pemikiran seperti itu tiada lain datang dari orang yang takut akan negara kita maju. Sebab mereka akan merusak generasi muda dengan pergaulan bebas. Supaya bisa hancur negara ini.

Ada lagi pemikiran dari orang-orang yang memang awam dengan pesantren. Seperti ucapan mereka "Buat apa mesantren, tidak bisa daftar kerja dan mencari uang di kemudian hari".

Pemikiran yang demikian sudah bukan rahasia lagi. Sebagai mana pengalaman saya waktu mesantren dulu. Sering mendengar kata "Buat apa mesantren, gak melamar kerja".

Sebenarnya saya emosi saat mendengar perkataan itu. Dalam hati saya ingin sekali membalikan perkataan tersebut. "Masih untung santri tidak bisa melamar kerja, tapi masih bisa cari uang, baik dengan cara berdagang atau berkebun. Bahkan ada hadiah dari Allah saat kita ikhlas dengan berdakwa. Tidak sedikit para kyai di gajih Allah dengan puluhan juta dalam satu harinya. Baik lewat cara berdakwah atau mengajar."

"Tapi banyak orang yang sekolah tinggi, hanya menjadi babu di pabrik asing". (Itu hanya emosi saya).

Sebab di pesantren bukan saja di ajari ilmu agama. Tetapi santri di didik pelajaran yang lain seperti, matematik, tata bahasa, astronomi, ilmu ekonomi dan banyak lagi.

Oh.. iya. Maksud saya dalam artikel ini bukan berarti saya anti akan sekolah. Tapi barengi lah sekolah anda dengan belajar di pondok.

Mungkin itu saja yang saya sampaikan di sini. Walau pun bisa jadi berbeda pendapan dengan anda. Tapi bisa menjadi alasan yang masuk akan. Terima Kasih.

Kenapa Kita Harus Mondok Di Pesantren


Assalamu'alikum sahabat....
Kali ini saya akan membahas pertanyaan dari segelitir teman saya yang mungkin sama dengan pertanyaan yang ada dalam hati anda.

Kenapa kita harus mondok di pesantren ?

Sebelum saya menjawab pertanyaan di atas. Lebih baiknya anda mengenal dulu apa itu Pesantren. Seperti yang saya kutip dari Wikipedia ini :

Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri.

Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pondok Pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian. Pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri, sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana terbuat dari bambu. Di samping itu, kata pondok mungkin berasal dari Bahasa Arab Funduq yang berarti asrama atau hotel.
Di Jawa termasuk Sunda dan Madura umumnya digunakan istilah pondok dan pesantren, sedang di Aceh dikenal dengan Istilah dayah atau rangkang atau menuasa, sedangkan di Minangkabau disebut surau.

Pesantren juga dapat dipahami sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal, di mana seorang kyai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut.

*Sekarang anda sudah mulai mengerti apa itu pesantren.

Sekarang saya akan memberikan jawab pada anda. Kenapa kita harus belajar dan mondok di Pesantren? .

Anda mungkin tahu, sekarang ini adalah zaman pergaulan semakin bebas, tempat-tempat maksiat semakin merajalela, obat-obatan terlarang banyak di jual belikan secara bebas, sex bebas telah mendapat hati di sebagian negara. Kasus-kasus pembunuhan semakin terdengar tiap hari di berita. Bahkan sangat ngeri ketika mendenga anak membunuh orang tua sendiri. Nauzubillah.

Semua itu tidak bisa di hilangkan, selagi kita memang hidup berdampingan dengan nafsu. Tapi minimal kita bisa mencegah diri kita atau keluarga kita, dari hal yang demikian.

Cara yang menurut saya tepat dari hal itu, ialah anda atau anak anda bisa belajar kepondok pesantren. Sebab di pesantern akan lebih di didik untuk menjauhi maksiat-maksiat di atas. Setidaknya kita berusaha menjauhinya.

Ada beberapa kasus, bahkan telah merambat ke masyarakat akan takut menjadi santri sebab akan menjadi teroris. Pemikiran yang demikian saya tolak dengan tegas, karena itu adalah fitnah yang besar.

Saya belajar di pondok pesantren itu lebih dari 12 tahun. Sering pindah-pindah karena ingin belajar pelajaran yang lain. Tidak ada satu pun kyai / guru yang mengajarkan muridnya untuk jadi teroris. Tetapi di didik untuk turut pada pemerintah, bahkan dalam ilmu fiqh ada ancaman bagi orang yang melawan/makar pada pemeritah.

Mana mungkin santri bisa jadi teroris, sedangkan dalam sejarah, santri dan kyai ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia ini. Pemikiran seperti itu tiada lain datang dari orang yang takut akan negara kita maju. Sebab mereka akan merusak generasi muda dengan pergaulan bebas. Supaya bisa hancur negara ini.

Ada lagi pemikiran dari orang-orang yang memang awam dengan pesantren. Seperti ucapan mereka "Buat apa mesantren, tidak bisa daftar kerja dan mencari uang di kemudian hari".

Pemikiran yang demikian sudah bukan rahasia lagi. Sebagai mana pengalaman saya waktu mesantren dulu. Sering mendengar kata "Buat apa mesantren, gak melamar kerja".

Sebenarnya saya emosi saat mendengar perkataan itu. Dalam hati saya ingin sekali membalikan perkataan tersebut. "Masih untung santri tidak bisa melamar kerja, tapi masih bisa cari uang, baik dengan cara berdagang atau berkebun. Bahkan ada hadiah dari Allah saat kita ikhlas dengan berdakwa. Tidak sedikit para kyai di gajih Allah dengan puluhan juta dalam satu harinya. Baik lewat cara berdakwah atau mengajar."

"Tapi banyak orang yang sekolah tinggi, hanya menjadi babu di pabrik asing". (Itu hanya emosi saya).

Sebab di pesantren bukan saja di ajari ilmu agama. Tetapi santri di didik pelajaran yang lain seperti, matematik, tata bahasa, astronomi, ilmu ekonomi dan banyak lagi.

Oh.. iya. Maksud saya dalam artikel ini bukan berarti saya anti akan sekolah. Tapi barengi lah sekolah anda dengan belajar di pondok.

Mungkin itu saja yang saya sampaikan di sini. Walau pun bisa jadi berbeda pendapan dengan anda. Tapi bisa menjadi alasan yang masuk akan. Terima Kasih.
   
Baca Juga
Load Comments