Social Items

Larangan Menghina Orang Lain Dalam Islam


Orang mu'min yang mengenal Allah dan mengharapkan kebahagian di kampung akhirat, tidak halal menghina orang lain atau menjadikan seseorang sebagai sasaran penghinaan dan olok-olokan. Sebab dalam tindakan tersebut terdapat unsur kesombongan yang tersembunyi.

Padahap Allah berfirman:
Janganlah suatu kaum memperolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang di perolok-olokan) lebih baik dari pada mereka (yang memperolok-olokkan) dan janganlah kaum wanita memperolok-olokkan wanita lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari pada mereka (yang memperolok-olokkan). (AL-HUJURAT :11)"

Sesungguhnya ukuran kebaikan di sisi Allah, didasarkan pada keimanan, keikhlasan, dan hubungan baik dengan Allah SWT, tidak diukur dengan rupa, postur tubuh, kedudukan dan harta.

Dalam haditsnya Rosulallah SAW bersabda:
إِنَّ اللهَ لا ينظر الى صوركم و لا أموالكم ، و لكن ينظر الى قلوبكم و أعمالكم
"Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) kepada rupamu dan hartamu, tetapi Dia melihat (menilai) dari hatimu dan amalmu"
(H.R.MUSLIM)

Dalam suatu riwayat, diceritakan bahwa abdullah bin mas'ud pernah membuka betisnya, dan tampak sangat kecil, lalu sebagian orang yang hadir menertawakannya. Kemudian rosulallah bersabda :
أ تضحكون من دقة ساقيه ، والذي نفسي بيده ، لهما أثقل في الميزان من جبل أحد .
"Apakah kamu menertawakan betisnya yang kecil? Demi Dzat yang diriku dalam kekuasaan-Nya,sesungguhnya kedua betisnya itu lebih berat dalam timbangan dari pada gunung Uhud". (H.R.Ath-Thayalisi).

Alqur'an menceritakan tentang orang-orang musyrik yang suka berbuat dosa. Dan bagaimana mereka memperolok-olokkan orang-orang Mu'min yang baik-baik, lebih-lebih golongan lemah seperti Bilal dan Ammar, dan bagaimana timbangan akan kebalikan pada hari hisab nanti di mana orang-orang yang suka menghina dan memperolok-olokkan itu akan menjadi sasaran olok-olokkan dan penghinaan, sebagai mana firman Allah :
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman berlalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang - orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang Mu'min, mereka mengatakan:"sesungguhnya mereka orang-orang yang sesat", padahal orang-orang yang berdosa itu, tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang Mu'min. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir". (Al-muthoffifiin:29-34).

Ayat ini dengan jelas dan tegas menyebutkan larangan mengolok-olokkan orang lain. Sehingga kita sebagai manusia biasa tetap berusaha untuk menjauhi larangan tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

(sumber refernsi)
الحلال والحرام في الاسلام : شيخ يوسف القرضاوى

Subscribe Our Newsletter