Halaman

    Social Items


Kami membuka Sebuah Peluang Usaha untuk anda khusus anda dibidang penjualan Rokok Sin Herbal Premium Series diantranya Rokok Sin Provos 19 ,Kujang Mas ,Platinum spesial, Sinergi mind,Sinergi Mind Mentol ,Trust ,Trust Mentol ,Sapujagat.Yang sudah terbukti memberikan khasiat dan manpaat yang nyata.

Untuk informasi lebih lanjut tentang sarat dan ketentuan jadi distributor atau agen bisa hubungi kami .
Seperti yang kita ketahui kebanyakan rokok menimbulkan masalah diantaranya masalah kesehatan dan pemborosan.Dengan bergabung bersama kami menjadi pemasar rokok sin herbal maka masalah itu akan terpecahkan. Karena kami hadir merubah asap yang tadinya jadi polusi mejadi komisi ,MERUBAH PEMBOROSAN MENADI PENGHASILAN.

selain manfaat yang anda rasakan dari produk dari pt tridayasinergi anda juga akan merasakan manfaat dari bisnis networke marketing yang mengusung nilai nilai KECEPATAN, KEKUATAN, KEPASTIAN.
Yang akan menghantarkan anda kepada SUKSES YANG TAHAN LAMA dan PASTI BISA.
SEGERA BERGABUNG DAN DAPATKAN KEUNTUNGANYA.

BONUS BONUS

Selain anda mendapatkan Keuntungan dari Penjualan langsung ke konsumen anda juga akan mendapatkan keuntungan lain berupa Bonus Bonus dari Perusahaan.

1.BONUS SPONSOR

jika anda mengajak orang lain bergabung di sistem bisnis tridayasinergi maka anda berhak mendapatkan BONUS SPONSOR Rp 10.000/HU(hak usaha) tanpa harus tutup poin.

2.BONUS BELANJA

Diberikan kepeda setiap distributor yang telah melakukan pembelanaan setiap bulanya minimal 30 bungkus dari level 1 sampai level 10 binaanya.



3.BONUS LEVEL

Untuk menambah Bonus Bulanan para membernya PT Tridayasinergi memberikan Bonus Level perhitunganya sebagi berikut.


*Syarat untuk mendapatkan semua Bonus tersebut minimal belana 30 bungkus tiap bulannya terhitung dari tanggal 1 sampai akhir bulan stiap bulannya.

BONUS ROYALTI NASIONAL
1. UNIT MANAGER(UM)



Syarat untuk mendapatkan bonus royalti nasional UM (unit manager) adalah sebagi berikut
*belanja pribadi 30 bungkus perbulan
*bonus royalti UM hanya dihitung dari level 1 saja
*Anda telah memilik 5 mitra yang belanja langsung masing masing 30 bungkus tiap bualanya.
perhitungan Bonus Royalti UM
Royalti UM = (Rp 50 x ΣOn) x (ΣBp / ΣOp
keterangan
-Rp 50 : Nilai Per Bungkus
-ΣOn : Omzet Nasional
-ΣBp : Belanja Pribadi
-ΣOp : Omset Peraih Bonus UM

2.GRUP MANAGER(GM)


Syarat mendapatkan bonus royalti nasional GM adalah sebagai berikut;
Syarat supaya mendapatkan Royalti Nasional Group Manager (GM) adalah sebagai berikut:
-Belanja Pribadi => 30 bungkus.
-Omset Group / Jalur => 300 Bungkus / Bulan.
-Perhitungan Omset Group dihitung sampai kedalaman 10 level.

-TIDAK BERLAKU PASS UP SYSTEM. 

Royalti GM = (Rp 50 x ΣOn) x (ΣOg / ΣOp) 
Keterangan:
-Rp 50 : Nilai Per Bungkus
-ΣOn : Omzet Nasional
-ΣOg : Omzet Group
-ΣOp : Omset Peraih Bonus GM 

3.SENIOR MANAGER(SM)


Syarat dalam  meraih bonus Royalti Nasional Senior Manager (SM)  sebagai berikut: .

-Belanja Pribadi => 30 bungkus.

-Omset Group / Jalur => 600 Bungkus / Bulan.

-Perhitungan Omset Group dihitung sampai kedalaman 10 level.

TIDAK BERLAKU PASS UP SYSTEM. 

Royalti SM = (Rp 75 x ΣOn) x (ΣOg / ΣOp)
Penjelasanya;
-Rp 75 : Nilai Per Bungkus
-ΣOn : Omzet Nasional
-ΣOg : Omzet Group
-ΣOp : Omset Peraih Bonus SM

BONUS ROYALTI DIRECTUR


Syarat  dalam meraih Bonus Royalti Nasional Director (DR)  yaitu sebagai berikut;

-Belanja Pribadi => 30 bungkus.
-Omset Group / Jalur => 1000 Bungkus / Bulan.
-Total belanja group minimal mencapai 10.000 bungkus.
-Perhitungan Omset Group dihitung sampai kedalaman 10 level.
-BERLAKU PASS UP SYSTEM.
Royalti DR = (Rp 175 x ΣOn) x (ΣOg / ΣOp) 
Keterangan: 
-Rp 175 : Nilai Per Bungkus
-ΣOn : Omzet Nasional
-ΣOg : Omzet Group
-ΣOp : Omset Peraih Bonus DR 


BONUS ROYALTI PRESIDEN DIRECTUR(PD)
Syarat untuk meraih Bonus Royalti Nasional President Director (PD) ialah sebagai berikut:
-Belanja Pribadi => 30 bungkus.
-Omset Group / Jalur => 5000 Bungkus / Bulan.
-Perhitungan Omset Group dihitung sampai kedalaman 10 level.

-BERLAKU PASS UP SYSTEM.

Royalti PD = (Rp 175 x ΣOn) x (ΣOg / ΣOp) 
Keterangan: 
-Rp 175 : Nilai Per Bungkus
-ΣOn : Omzet Nasional
-ΣOg : Omzet Group
-ΣOp : Omset Peraih Bonus PD

PASS UP SISTEM
Pass Up Sistem yang waktu ini kami terapkan yaitu merupakan sistem kompres untuk bonus Belanja, yang mana ketika downline dibawah kita tidak melakukan pembelanjaan atau tidak mencapai “Tutup Point” maka downline dibawahnya akan naik ke level diatasnya.

Berikut Gambaran Pass Up.


Ada 2 Cara untuk Bergabung Bersama Tridaya Sinergi yaitu sebagai STOKIS dan DISTRIBUTOR, Dengan Syarat sebagai Berikut 


*Membayar uang Pendaftaran sebagai Investasi awal
*Sudah mempunyai member kebawah (downline) sebanyak 25org termasuk di level 1 sudah matrik 5org
*Mempunyai perangkat PC/Laptop untuk koneksi interneT
*Mengisi formulir pendaptaran

 SYARAT DI ATAS ADALAH UNTUK MENJADI STOKIS


                                                                                                                                                                               ZONA                                                                                                                                      INVESTASI


 JAWA BARAT, DKI JAKARTA Dan BANTEN                             Rp. 7.000.000,-



* Produk Sin TSI masing-masing varian 30 bks = 270 bks
* 10 Paket Hak Usaha

*Marketing Tools (Spanduk dan 100 lembar Brosur)
* Mendapatkan Pelatihan Pengembangan Usaha berkesinambungan
*Free ongkir belanja selanjutnya dengan syarat diatas 10slop sesuai zona

SEMUA ANDA DAPATKAN KETIKA ANDA MENDAPTAR JADI STOKIS.

*Mengisi Formulir Pendaftaran 
*Membayar uang Pendaftaran RP 50.000
*Belanja sejumlah rokok minimal 1slop, variant boleh campu
r

 UNTUK MEMBER / DISTRIBUTOR AKAN MENDAPATKAN.

1 Paket Hak Usaha ( HU ).
* Kartu Discount Harga / Aktivasi Card.
-*Kesempatan untuk mendapatkan bonus-bonus dari perusahaan

INPO LEBIH LANUT SILAHKAN HUBUNGI CALON LEADER ANDA
HP/WA 08561-444-534

Marketing Plan Rokok Sin Herbal


PERTANYAAN :


Assalamualaykum. Bagaimana hukumnya murtad dengan tujuan main-main / iseng, lalu setelah itu cepat-cepat bersyahadat lagi? Syukran. [Aditya Ikhsan Prasiddha].


JAWABAN :


Waalaikum salam, haram mutlak, menjadi murtad dan kafir seketika waktu bercanda dengan hal-hal yang menyebabkan kemurtadannya, dan dia WAJIB bersyahadat kembali seketika. Karena ini termasuk kategori mempermainkan agama dan tipu daya syetan yang keji, bayangkan saja pas dia berbuat murtad beneran dia mati. Seandainya sudah menikah maka jatuh talak istrinya dengan sebab kemurtad-annya.


Referensi :


[مجموعة من المؤلفين، الموسوعة الفقهية الكويتية، 292/42]

أ - هَزْل الْمُسْلِمِ بِمَا يُوجِبُ كُفْرًا:

43 - إِنْ هَزَل الْمُسْلِمُ بِمَا يُوجِبُ كُفْرًا، كَأَنْ سَبَّ اللَّهَ تَعَالَى، أَوْ مَلاَئِكَتَهُ، أَوْ كُتُبَهُ، أَوْ رُسُلَهُ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ، أَوْ أَنْكَرَ ذَلِكَ، أَوْ أَنْكَرَ الْيَوْمَ الآْخِرَ، أَوِ الْجَنَّةَ أَوِ النَّارَ، أَوْ أَنْكَرَ أَمْرًا عُلِمَ مِنَ الدِّينِ بِالضَّرُورَةِ، فَقَدِ اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّهُ يَكْفُرُ بِذَلِكَ، وَيَكُونُ مُرْتَدًّا عَنِ الإِْسْلاَمِ، غَيْرَ أَنَّ لَهُمْ تَفْصِيلاَتٍ نُوَضِّحُهَا فِيمَا يَلِي:

نَصَّ الْحَنَفِيَّةُ عَلَى أَنَّ الْهَزْل فِي الرِّدَّةِ كُفْرٌ، كَقَوْلِهِ لِلصَّنَمِ إِلَهٌ - هَزْلاً - وَإِنْ لَمْ يَعْتَقِدِ الْهَازِل مَا هَزَل بِهِ، أَيْ أَنَّهُ قَدْ كَفَرَ بِعَيْنِ تَلَفُّظِهِ بِكَلِمَةِ الْكُفْرِ هَزْلاً؛ لأَِنَّ الْهَازِل نَطَقَ بِذَلِكَ عَنْ رِضًا وَاخْتِيَارٍ فَتَعَيَّنَ فِي حَقِّهِ الْهَزْل جِدًّا، وَلِكَوْنِ الْهَزْل بِذَلِكَ اسْتِخْفَافًا بِالدِّينِ الْحَقِّ،

وَالاِسْتِخْفَافُ بِالدِّينِ الْحَقِّ كُفْرٌ (1) ، وَقَدِ اسْتَدَلُّوا عَلَى ذَلِكَ بِالْكِتَابِ وَبِالْقِيَاسِ: أَمَّا الْكِتَابُ فَبِقَوْلِهِ تَعَالَى: {يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّل عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُل اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ} (64) {وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُل أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ} (65) {لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (2) } .

قَال الْجَصَّاصُ: فِيهِ الدَّلاَلَةُ عَلَى أَنَّ اللاَّعِبَ وَالْجَادَّ سَوَاءٌ فِي إِظْهَارِ كَلِمَةِ الْكُفْرِ، عَلَى غَيْرِ وَجْهِ الإِْكْرَاهِ؛ لأَِنَّ هَؤُلاَءِ الْمُنَافِقِينَ ذَكَرُوا أَنَّهُمْ قَالُوا مَا قَالُوهُ لَعِبًا، فَأَخْبَرَ اللَّهُ عَنْ كُفْرِهِمْ بِاللَّعِبِ (3) . وَأَمَّا الْقِيَاسُ، فَقَدْ قَالُوا: إِنَّ كُفْرَ الْهَازِل بِذَلِكَ كَكُفْرِ الْعِنَادِ، أَيْ كَكُفْرِ مَنْ صَدَّقَ بِقَلْبِهِ، وَامْتَنَعَ عَنِ الإِْقْرَارِ بِالشَّهَادَتَيْنِ، عِنَادًا وَمُخَالَفَةً، فَإِنَّهُ أَمَارَةُ عَدَمِ التَّصْدِيقِ (4) .

وَنَصَّ الْمَالِكِيَّةُ: عَلَى أَنَّ كُفْرَ الْمُسْلِمِ يَكُونُ بِصَرِيحٍ - كَقَوْلِهِ: الْعُزَيْرُ ابْنُ اللَّهِ - أَوْ لَفْظٍ يَقْتَضِي الْكُفْرَ، كَأَنْ يَجْحَدَ مَا عُلِمَ مِنَ الدِّينِ بِالضَّرُورَةِ، أَوْ فِعْلٍ يَتَضَمَّنُ الْكُفْرَ وَيَقْتَضِيهِ كَإِلْقَاءِ مُصْحَفٍ بِقَذِرٍ، أَوْ حَرْقِهِ اسْتِخْفَافًا، وَشَدِّ زُنَّارٍ فِي وَسَطِهِ بِأَنْ فَعَل ذَلِكَ مَحَبَّةً فِي ذَلِكَ الزِّيِّ وَمَيْلاً لأَِهْلِهِ، وَأَمَّا إِنْ فَعَلَهُ هَزْلاً وَلَعِبًا فَهُوَ مُحَرَّمٌ إِلاَّ أَنَّهُ لاَ يَنْتَهِي إِلَى الْكُفْرِ (1) .

وَنَصَّ الشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ: عَلَى أَنَّ الرِّدَّةَ هِيَ قَطْعُ الإِْسْلاَمِ، وَدَوَامُهُ بِنِيَّةِ كُفْرٍ، أَوْ قَطْعُ الإِْسْلاَمِ بِسَبَبِ قَوْل كُفْرٍ، أَوْ فِعْل مُكَفِّرٍ، وَسَوَاءٌ قَالَهُ اسْتِهْزَاءً، أَوْ عِنَادًا أَوِ اعْتِقَادًا (2) لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {قُل أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ} (65) {لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ (3) }


البحر الرائق

وفي الجامع الأصغر، إذا أطلق الرجل كلمة الكفر عمدا لكنه لم يعتقد الكفر قال بعض أصحابنا: لا يكفر لأن الكفر يتعلق بالضمير ولم يعقد الضمير على الكفر. وقال بعضهم: يكفر وهو الصحيح عندي لأنه استخف بدينه اه‍.

الى أن قال

والحاصل أن من تكلم بكلمة الكفر هازلا أو لاعبا كفر عند الكل ولا اعتبار باعتقاده كما صرح به قاضيخان في فتاواه،


فتح الباري شرح صحيح البخاري

وفيه أن من المسلمين من يخرج من الدين من غير أن يقصد الخروج منه ومن غير أن يختار دينا على دين الإسلام ،


منهاج الطالبين ٢٩٣

كتاب الردة

هي قطع الإسلام بنية أو قول كفر أو فعل سواء قاله استهزاء أو عنادا أو اعتقادا

Kitab menerangkan murtad (keluar dari agama)

Murtad adalah terputusnya keislaman dengan niat atau dengan ucapan kekufuran atau dengan perbuatan, sama saja dia mengatakan itu sebagai olok-olokan atau kedurhakaan (penentangan, kengeyelan ) atau sebagai i'tiqod.

Nah bercanda ini termasuk ke dalam mengolok-ngolok, karena bukan tempatnya untuk dicandakan. Wallohu a'lam. [Mujawwib : Dul, Nabil Muhammad, Subhana Ahmada, Moh Showi, Muh Jayus].


LINK ASAL :

web.fb.com/groups/pis-ktb/2210823305607132

Bagaimana hukumnya murtad dengan tujuan main-main / iseng ?


Jauh sebelum kita dewasa seperti sekarang, kisah hidup di waktu kecil selalu terinang dan teringat dalam pikiran. Mengingat begitu besar jasa seorang ayah dan ibu dalam berusaha membesarkan kita.

Kasih sayang yang tak pernah meminta balas budi, selalu di berikan orang tua kepada kita. Tak pernah meminta apa lagi memaksa. Kita sadar betapa lemahnya kita saat kita kecil dulu, yang tak bisa melakukan apapun sendiri.

Sekarang kita sudah beranjak dewasa, apa yang telah kita berikan kepada orang tua kita?, kalau bukan beban yang di sandarkan kepadanya.

Teman,, apakah teman tahu?, bagaimana orang tua mencari uang buat kita.

Mencarikan sekolah buat kita, mencarikan guru ngaji buat kita dan mencarikan pendamping buat kita. Semua kebutuhan kita selalu di penuhi oleh mereka.

"Tapi apa yang telah kita berikan padanya?"

"Renungkanlah teman...".

Kebahagian yang mereka impikan dari kita, bukalah materi. Melainkan prestasi yang kita raih. Secara mereka mendidik kita itu untuk menjadi orang yang pandai dan berguna bagi semua orang.

Sadarilah teman, kita sekarang pun selalu bandel dan melawan kepada mereka, menentang dan memaksa keinginan kepada mereka. Padahal kita sudah besar, sudah seharusnya kita mandiri.

Untuk itu mulai dari sekarang kita rubah diri kita, rubah akhlak kita, rubah tujuan kita. Supaya bisa memberikan hadiah besar kepada orang tua.

Hadiah yang besar yang melebihin materi. Hadiah yang akan terus mengalir walaupun orang tua sudah tidak ada di sisi kita. Kalau bukan kita menjadi orang yang soleh, orang yang beradab dan berilmu.

Itu hanya sekilas dari sisi hati yang rindu akan mereka. Catatan yang mengenang akan besar jasanya mereka. Semoga kedua orang tua kita selalu di jaga dan di lindungi oleh sang pencipta.

Mengenang orang tua


الْمُعَرَّفُ بِأَدَاةِ الْتَّعْرِيْفِ
Isim yang di ma’rifah-kan (yang ditentukan) oleh perangkat ma’rifat

AL MA’RIFAT

أَلْ حَرْفُ تَعْرِيْفٍ أَوِ الَّلامُ فَقَطْ ¤ فَنَمَـــطٌ عَرَّفْتَ قُـلْ فِيْـهِ النَّمَطْ

أل (AL atau Alif dan Lam) adalah Huruf pe-ma’rifat, atau  cukup katakan Lam-nya saja. Maka lafazh نمط yang kamu ma’rifatkan, ucapkanlah! dalam lafazh tersebut menjadi النمط.

PENGGUNAAN AL ZAIDAH LAZIM

وَقَـدْ تُزَادُ لاَزِمَاً كَالَّلاتِ ¤ وَالآنَ وَالَّذِيْنَ ثُمَّ الَّلاتِ

Terkadang أل (AL) ditambahi sebagai AL  Zaidah yang Lazim (AL tambahan yang pasti/pembawaan, dinamakan AL zaidah karena tidak berfungsi mema’rifatkan) seperti lafazh الَّلاتِ(Isim Alam/nama berhala di Makkah), الآنَ (Zharaf Zaman/masa waktu), الَّذِيْنَ dan الَّلاتِ (semua Isim Maushul yang berawalan أل/AL).

PENGGUNAAN AL ZAIDAH GHAIR LAZIM DARURAH

وَلاضْــــطِرَارٍ كَبَنَـــــاتِ الأوْبَــــرِ ¤ كَذَا وَطِبْتَ الْنَّفْسَ يَا قَيْسُ الْسَّرِي

Dan terkadang أل (AL) ditambahi karena Darurat Syi’ir (termasuk AL  Zaidah bukan Lazim) seperti lafazh بَنَاتِ الأوْبَرِ dan lafazh طِبْتَ الْنَّفْسَ يَا قَيْسُ الْسَّرِي

PENGGUNAAN AL ZAIDAH GHAIR LAZIM MELIRIK MA’NA ASAL

وَبَعَضُ الأعْلاَمِ عَلَيْهِ دَخَلا ¤ لِلَمْحِ مَـا قَدْ كَانَ عَنْهُ نُقِلاَ

Sebagian isim-isim Alam juga dimasuki oleh أل (termasuk AL  Zaidah bukan Lazim) untuk melirik pada makna asal, yang mana Isim Alam tsb sungguh telah dinukil darinya (yakni: makna lafazh asal sebelum dijadikan isim Alam/Alami Manqul).

كَالْفَضْلِ وَالْحَارِثِ وَالْنُّعْمَانِ ¤ فَــذِكْـرُ ذَا وَحَذْفُــــهُ سِيَّـانِ

Seperti contoh  الفَضْلُ (Alami Manqul dari Isim Masdar), الحَارِثَ (Alami Manqul dari Isim Sifat) dan النُعْمَانُ (Alami Manqul dari Isim Jenis). Maka penyebutan AL ini, atau membuangnya sama saja (tidak mempengaruhi kema’rifatan Isim Alam)

PENGGUNAAN AL LIL GHALABAH DAN MUDHAF LIL GHALABAH

وَقَدْ يَصِيْـــرُ عَلَـمـــاً بِالْـغَـلَبَــــهْ ¤ مُضَاف أوْ مَصْحُوْبُ أَلْ كَالْعَقَبَهْ

Dan terkadang menjadi Alami bil Ghalabah (khusus nama tertentu karena mengalahkan nama-nama lain yg serupa) yaitu Isim Mudhaf (Mudhaf lil Ghalabah, contoh Ibnu Abbas tertentu kepada Abdullah bin Abbas paman Rosulullah) dan Isim yang diberi AL (AL lil Ghalabah) seperti contoh Al-‘Aqabah (menjadi khusus nama jalan digunung Mina)

وَحَذْفَ أَلْ ذِي إنَ تُنَادِ أَوْ تُضِفْ ¤ أوْجِبْ وَفِي غَيْرِهِمَـا قَدْ تَنْحَذِفْ

Dan wajiblah bagimu membuang Al Ghalabah ini, apabila kamu menjadikan ia (Alami bil Ghalabah) munada atau mudhaf. Terkadang juga Al Ghalabah ini dibuang pada selain keduanya (munada atau mudhaf)

Bab Ma’rifat dengan Alat Ta’rif


Jaringan internet di era sekarang telah menjadi alat yang di gunakan untuk berbagi informasi dan sharing. Bahkan telah menjadi alat pelantara komunikasi yang sangat canggih. Sebab sekarang ini komunikasi bukan sekedar melihat text atau mendengar suara saja, akan tetapi di zaman sekarang kita bisa bertatap muka dengan lawan bicara yang jauh di sana.

Mengingat sekarang ini Eranya digital dan internet. Maka dari itu kita akan berbicara tentang “Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital”.

Sebagai seorang yang menjadi blogger / Narablog. Keseharian saya tidak luput dari menulis artikel di blog ini, baik untuk berbagi informasi atau sekedar menulis pengalaman saja. Tapi itulah yang menjadikan saya tetap menulis artikel di sini.

Walapun sebenarnya keseharian saya di dunia nyata itu jauh dari apa yang namanya teknologi. Karena saya adalah seorang santri, yang mana santri itu hidup di lingkungan pesantren yang tidak pernah belajar masalah ilmu teknologi. Tapi bukan berarti tidak mengerti teknologi.


Santri di didik untuk belajar menulis. Sehingga dengan menulis bisa memberikan informasi dan ilmu kepada orang lain. Nah dari sini lah saya mulai terjun ke dunia Narablog.

Sekilas saya teringat pertama kali saya menjadi seorang Blogger / Narablog. Yang mungkin kisah ini selalu terkengan buat saya. Kalau tidak salah saat itu pada tahun 2011. Pada waktu itu adalah awal saya membeli sebuat handphone dengan berbasis symbian.

Oh iya,,,kenapa saya berbicara tentang handphone symbian, karena symbian adalah alat yang membuat saya mengenal akan internet. Mungkin anda juga salah satu pengguna handphone tersebut dan tahu bagaimana canggihnya symbian pada saat itu. Hehe.

Sumber: inet.detik.com

Kecanggihan symbian membuat saya menjadi seorang Pengoprek Symbian, memodifikasi hp tersebut supaya beda dengan yang lainnya atau sekedar membuat tampilannya lebih cantik, "Secantik dirinya" hehe.

Dengan memodif symbian yang pada saat itu hanya sekedar meminta aplikasinya dari teman saya via bluetooth. Dengan semakin banyaknya aplikasi yang saya sukai, akhirnya teman saya merekomondasikan saya mencari aplikasi di internet saja.

"Brow, kalau kamu mau mencari banyak aplikasi ! Yah di internet aja". Kata Teman saya.

"Apa itu internet?". Tanya saya.

"Saya juga sih belum tahu banyak, tapi pokoknya internet tempat kamu download banyak aplikasi". Jawab dia.

Nah... dari sini saya mulai mengenal apa itu mesin pencaria Google. Sehingga google menjadi tempat bertanya saya di internet.

Mulai mengetahui browser dan cara kerjanya. Browser yang di rekomondasikan teman adalah Opera mini, karena bisa mengompres data supaya lebih sedikit pada saat di akses, dari pada browser bawaan symbian.

Sering sekali saya bertanya cara ngoprek symbian kepada embah google. Dan yang menjadi penghuni halaman pertama google  yang membahas symbian pada saat itu adalah blog bari mywapblog atau di singkat MWB.


Ahirnya saya mengenal Mywapblog, walaupun sekarang sudah di tutup. Dan mywapblog ini yang menjadikan saya seorang blogger sampai saat ini. (Banyak juga jasa MWB bagi saya, hehehe). Kenapa demikian, karena saya ingin berbagi sesama pengguna symbian cara memodifikasi atau memperbaiki handphone tersebut bila ada kerusakan masalah software.

Di sini juga saya mulai dengan debut saya menulis di internet melalui Mywapblog ini, walaupun hanya dengan modal hp symbian. Ma'lum saya tidak punya Laptop pada saat itu, karena Laptop di waktu itu adalah barang mahal menurut kantong saya. 😣

Dengan membuat sharing informasi membuat saya sangat senang sekali, karena bisa membantu orang lain. Apa lagi bisa membantu menghidupkan / memperbaiki hp orang lain dengan berbagi lewat tulisan di blog.

Suatu Kebanggan Menjadi Narablog di era digital yang saya rasakan adalah bisa memberikan manfaat bagi orang lain walaupun hanya sekedar lewat tulisan di blog ini. Maka dari itu saya terus memberikan perkembangan bagi blog saya ini dengan memberikan informasi tentang sesuatu yang sangat berguna bagi pengunjung dan juga saya pribadi.

Mengingat saya adalah seorang santri, maka saya membuat blog Chasby.com ini menjadi blog berniche Ilmu Agama. Walaupun sebenarnya berniche agama untuk adsense sangatlah rendah. Tapi tidak menghentikan saya menulis dan berbagi di blog ini.

Dalam suatu perjalanan hidup manusia terkadang ada yang namanya letih dan males. Sama seperti halnya saya yang terkadang letih dan males membuat artikel. Oleh karena itu terkadang saya sebulan hanya update 2 sampai 4 artikel saja, atau bahkan tidak sama sekali.

Sampai suatu ketika saya membaca prestasi seorang Narablog yang sangat luar biasa. Dengan tata tulis yang sangat rapih membuat artikelnya enak di baca bahkan memberikan saya pelajaran cara menulis artikel yang sangat bagus.

Tidak seperti blogger yang hanya bisa copy paste, dia memberikan sentuhan kata yang sangat mendalam. Di sini saya mengerti bagaimana seorang blogger menjadi bangga akan dirinya. Bukan bermaksud berbangga untuk sombong. Melainkan berbangga untuk bersyukur karena bisa membantu dan berbagi kepada orang lain.

Satu hal lagi teman,, yang terpenting bahwa yang menjadikan saya Menjadi Narablog adalah hobi, bukan sekedar untuk mencari uang. Dan harapan saya di tahun 2019 ini ingin menjadi narablog yang bisa membantu dan berbagi informasi kepada semua orang. Sehingga bisa memberi manfaat bagi mereka dan insya Allah bagi diri saya sendiri. 

Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital, Ala Santri Ngeblog


Puasa kelahiran / wedal memang terjadi ikhtilaf ulama. Bahkan dari sebagian golongan tertentu melarang puasa tersebut. Karena tidak membenarkannya mereka kepada peringatan maulid nabi Saw. mereka takut hadits yang menerangkan rosul pernah puasa di hari kelahirannya, menjadi dalil bolehya melakukan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Tetapi puasa dihari kelahiran merupakan sesuatu yang bagus asalkan jangan dijadikan hari raya, sebagaimana mafhum keterangan dari ibnu rojab dalam kitab Fathul Barinya :

" Hari-hari yang di dalamnya terdapat hal-hal baru dari nikmat-nikmat Allah kepada hambanya jika sebagian orang berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk rasa syukur tanpa menjadikannya hari raya maka ini adalah sesuatu yang bagus, mengambil dalil dari puasanya Nabi Shollallohu alaihi wasallam pada hari asyura ketika orang yahudi mengkhabari beliau tentang puasanya Nabi Musa karena bersyukur, dan juga sabda Nabi shollallohu alaihi wasallam ketika beliau ditanyai tetang puasa hari senin " itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari (wahyu) diturunkan padaku ". Wallohu a'lam.

وقال عطاء : إنما هي أعياد لأهل الموسم ، فلا ينهى أهل الأمصار عن صيامها . وقول الجمهور أصح . ولكن الأيام التي يحدث فيها حوادث من نعم الله على عباده لو صامها بعض الناس شكرا من غير اتخاذها عيدا كان حسنا استدلالا بصيام النبي صلى الله عليه وسلم عاشوراء لما أخبره اليهود بصيام موسى له شكرا ، وبقول النبي صلى الله عليه وسلم لما سئل عن صيام يوم الاثنين ، قال : " ذلك يوم ولدت فيه وأنزل علي فيه

Hukum Puasa Wedal / Kelahiran


الْمَوْصُوْلُ
MAUSHUL

BENTUK ISIM MAUSHUL MUFRAD (TUNGGAL) DAN MUTSANNA (DUAL)

مَوْصُولُ الاسْمَاءِ الَّذِي الأُنْثَى الَّتِي ¤ وَالْيَـــــا إذَا مَا ثُنِّيَــــا لاَ تُثْــــــبِتِ

Adapun Isim Mausul yaitu الَّذِي (jenis laki) dan untuk jenis perempuan yaitu الَّتِي. Jika keduanya di tatsniyahkan (dual), maka huruf Ya’nya jangan ditetapkan/dibuang…

بَلْ مَــا تَلِيْـهِ أَوْلِهِ الْعَلاَمَـــهْ ¤ وَالنُّوْنُ إنْ تُشْدَدْ فَلاَ مَلاَمَهْ

Akan tetapi, terhadap huruf yang tadinya diiringi oleh Ya’ yang dibuang tsb, sekarang iringilah! dengan (memasang) tanda Alamah I’rob (menjadi: الذان dan التان ketika mahal Rofa’. dan menjadi: الذَيْن dan التَين ketika mahal Nashab dan Jarr). adapun Nunnya jika ditasydidkan, maka tidak ada celaan untuk itu.

وَالْنّوْنُ مِنْ ذَيْنِ وَتَيْنِ شُدِّدَا ¤ أَيْضَاً وَتَعْوِيضٌ بِذَاكَ قُصِدَا

Demikian juga boleh ditasydidkan, yaitu Nunnya dari (isim isyarah dual) ذَيْنِ dan تَيْنِ. Pentasydidan tersebut, dimaksudkan sebagai Penggantian (dari huruf yg dibuang yaitu Ya’nya Isim Maushul dan Isim Isyarohketika dibentuk tatsniyah (dual))

BENTUK ISIM MAUSHUL JAMA’ (JAMAK)

جَمْعُ الَّذِي الألَى الَّذِيْنَ مُطْلَقَا ¤ وَبَعْضُهُمْ بِالْوَاوِ رَفْعَاً نَطَقَا

Jamaknya lafadz الَّذِي (Isim Maushul tunggal male) adalah الألَى atau الَّذِيْنَ secara muthlaq (baik untuk mahal Rofa’, Nashab dan Jarr). Ada sebagian dialek orang Arab berbicara dengan menggunakan Wau ketika mahal Rofa’ (menjadi: اَلَّذُوْنَ )

بِاللاَّتِ وَاللاَّءِ الَّتِي قَدْ جُمِعَا ¤ وَالَلاَّءِ كَالَّذِيْنَ نَزْرَاً وَقَعَا

Lafadz الَّتِي (Isim Maushul tunggal female) sungguh dijamakkan dengan menjadi اللاَّتِ atau اللاَّءِ . Ditemukan juga اللاَّءِ  dihukumi seperti الَّذِيْنَ (isim maushul jamak untuk male) tapi jarang.

BENTUK ISIM MAUSHUL MUTHLAQ (UMUM)

وَمَنْ وَمَا وَأَلْ تُسَاوِي مَا ذُكِرْ ¤ وَهكَذَا ذُو عِنْدَ طَيِّىء شُهِرْ

Adapun Isim Maushul مَنْ, مَا, dan أَلْ adalah menyamakan hukumnya dengan Isim Maushul yg telah disebut sebelunnya. (artinya: bisa digunakan untuk Male, Female, tunggal, dual, atau Jamak). Seperti itu juga hukumnya, yaitu Isim maushul berupa ذُو terkenal penggunaannya dikalangan dialek kaum Thayyi’.

BENTUK ISIM MAUSHUL QAUM THAYYI’

وَكَالَّتِي أيضـــا لَدَيْـهِمْ ذَاتُ ¤ وَمَوْضِعَ اللَّاتِي أَتَى ذَوَاتُ

Demikian juga ditemukan di kalangan kaum Thayyi’, penggunaan ذَاتُ seperti kedudukan الَّتِيْ (Isim mausul jenis female tunggal), juga penggunaan ذَوَاتُ menempati kedudukan اللآتِيْ (Isim mausul untuk  jenis female jamak).

BENTUK ISIM MAUSHUL THE (ذَا)

وَمِثْلُ مَا ذَا بَعْدَ مَا اسْتِفْهَـامِ ¤ أَوْمَنْ إذَا لَمْ تُلْغَ فِي الْكَلاَمِ

Isim Maushul ذَا statusnya sama dengan isim Maushul مَا (dipakai untuk tunggal, dual, jamak, male dan female), dengan ketentuan ذَا jatuh sesudah ما Istifham atau من Istifham, syaratnya ذَا tidak dibatalkan didalam Kalam (maksudnya: ذَا dan ما/من tsb, tidak dijadikan satu kata Istifham (kata tanya)).

BENTUK SHILAH ISIM MAUSHUL

وَكُلُّهَــا يَلْـزَمُ بَعَــدَهُ صِلَـهْ ¤ عَلَى ضَمِيْرٍ لاَئِقٍ مُشْتَمِلَهْ

Setiap Isim-Isim Maushul ditetapkan ada Shilah (jumlah/kalimat keterangan) setelahnya,  yang mencakupi atas Dhomir yang sesuai (ada Dhamir/’Aid yg  kembali kepada Isim Maushul).

وَجُمْلَةٌ أوْ شِبْهُهَا الَّذِي وُصِلْ ¤ بِهِ كَمَنْ عِنْدِي الَّذِي ابْنُهُ كُفِلْ
Shilah yang tersambung oleh Isim Maushul, biasanya terdiri dari Jumlah atau Shibhul Jumlah (serupa jumlah). seperti contoh: مَنْ عِنْدِي الَّذِي ابْنُهُ كُفِلْ

وَصــفَةٌ صَرِيْحَةٌ صِــلَةُ أَلْ ¤ وَكَوْنُهَا بِمُعْرَبِ الأَفْعَالِ قَلْ


Bentuk Sifat Sharihah (Isim Fai’l/Isim Maf’ul/Sifat Musyabbah) merupakan Shilah untuk Isim Mausul ال “AL”,  sedangkan Shilah-nya yang berupa Fi’il Mu’rob (Fi’il Mudhori’) jarang adanya.

ISIM MAUSHUL AYYUN (أَيٌّ) DAN BENTUK SHILAHNYA

أَيُّ كَمَا وَأُعْرِبَتْ مَا لَمْ تُضَفْ ¤ وَصَدْرُ وَصْلِهَا ضَمِيْرٌ انْحَذَفْ
Isim Mausul أيّ “Ayyun” dihukumi seperti Isim Maushul “Ma” (bisa untuk Mudzakkar, Muannats, Mufrod, Mutsanna juga Jama’) selagi tidak Mudhaf dan Shadar Silah-nya (‘A-id yg menjadi permulaan Shilah) adalah berupa Dhamir yang terbuang.

وَبَعْضُهُمْ أَعْرَبَ مُطْلَقَاً وَفِي ¤ ذَا الْحَذْفِ أَيًّا غَيْرُ أَيٍّ يَقْتَفِي

Sebagian Ulama Nahwu menghukumi Mu’rab Isim Mausul أيّ “Ayyun” secara Muthlaq (sekalipun أيّ Mudhaf dan Shodar Shilahnya dibuang). Sedangkan didalam hal pembuangan Shadar Shilah ini, Isim Maushul yg selain  أيّ juga mengikuti jejak أيّ … dengan syarat….→

PEMBUANGAN SHADAR SHILAH (‘A-ID MARFU’)

إِنْ يُسْتَطَلْ وَصْلٌ وَإِنْ لَمْ يُسْتَطَلْ ¤ فَالْحَذْفُ نَــــزْرٌ وَأَبَــوْا أَنْ يُخْتَزَلْ

…apabila Shilahnya dipanjangkan. Dan apabila tidak dipanjangkan, maka pembuangan Shadar Shilah jarang ditemukan. Juga Mereka (Ulama Nahwu) melarang terhadap pengurangan Shilah (dari sebab pembuangan Shadarnya)…→

إنْ صَلُحَ الْبَاقِي لِوَصْلٍ مُكْمِلِ ¤ وَالْحَذْفُ عِنْدَهُمْ كَثِيْـرٌ مُنْجَلِي

…apabila sisa Shilah itu (setelah pembuangan Shodarnya) masih cocok menjadi Shilah yang sempuna (berakibat menjadi Shilah dg lain pengertian dari asal sebelum dibuang). Adapun pembuangan ‘A-id Shilah oleh mereka (Ulama Nahwu/orang Arab), banyak digunakan dan jelas … →

PEMBUANGAN ‘A-ID MANSHUB

فِي عَــــائِدٍ مُتَّصِــلٍ إِنِ انْــتَصَبْ ¤ بِفِعْلٍ أوْ وَصْفٍ كَمَنْ نَرْجُو يَهَبْ

…didalam ‘A-id yang Muttashil (Aid Shilah Maushul yang berupa Dhomir Muttashi Manshub) bilamana dinashabkan oleh Fi’il atau Sifat. Seperti contoh مَنْ نَرْجُو يَهَبْ. (takdirannya: مَنْ نَرْجُوهُ يَهَبْ)

PEMBUANGAN ‘A-ID MAJRUR

كَذَاكَ حَذْفُ مَا بِوَصْفٍ خُفِضَا ¤ كَأَنْتَ قَاضٍ بَعْدَ أَمْـرٍ مِنْ قَضَى

Seperti itu juga (banyak digunakan dan jelas) yaitu pembuangan ‘Aid yang dikhofadkan/dijarkan oleh kata sifat. Seperti lafadz أَنْتَ قَاضٍ (takdirannya: أَنْتَ قَاضِيْه ) setelah Fi’il Amarnya lafadz قَضَى (dari Firman Allah QS 20:72. فَاقْضِ مَا أَنْتَ قَاضٍ )

كَذَا الَّذِي جُرَّ بِمَا الْمَوْصُوْلَ جَرْ ¤ كَمُـــرَّ بِــالَّذِي مَرَرْتُ فَهْــوَ بــَــرْ

Demikian juga (sering membuang Aid pada Shilah Maushul) yaitu Aid yang dijarkan oleh Huruf yg menjarkan Isim Maushulnya (dg Amil yg seragam). Sebagaimana contoh: مُـــرَّ بِــالَّذِي مَرَرْتُ فَهْــوَ بــَــرْ (takdirannya: مُـــرَّ بِــالَّذِي مَرَرْتُ بِهِ) □

Bab Maushul


اسْمُ الإِشَارَةِ
Isim Isyaroh (Kata Tunjuk)


Isim Isyarah Mufrad (tunggal) mudzakkar dan mu’annats

بِذَا لِمُفْــــــرَدٍ مُذَكَّــــــرٍ أَشِـــــــرْ ¤ بِذِي وَذِهْ تِي تَا عَلَى الأنْثَى اقْتَصِرْ

Menunjuklah kamu! dengan menggunakan ذَا untuk kata tunjuk mufrad mudzakkar. Dan ambil cukupkanlah! dengan menggunakan ذي – ذه – تي– dan تا untuk kata tunjuk mufrad mu’annats.

Isim Isyarah Mutsanna (dual) mudzakkar dan mu’annats

وَذَانِ تَــــانِ لِلْمُثَنَّى الْمُرْتَفِعْ ¤ وَفِي سِوَاهُ ذَيْنِ تَيْنِ اذْكُرْ تُطِعْ

Adapun ذَانِ (male) dan تَــــانِ (female) digunakan untuk kata tunjuk Mutsanna (dual) yang mahal rofa’. Dan yg selain mahal rofa’ (mahal nashab dan jar-nya), sebutkanlah! ذَيْنِ (male) dan تَيْنِ(female), maka kamu termasuk orang yg taat.

Isim Isyarah Jamak mudzakkar dan mu’annats

وَبِأُوْلَى أَشِرْ لَجِمْعٍ مُطْلَقَـــاً ¤ وَالْمَدُّ أَوْلَى وَلَدَى الْبُعْدِ انْطِقَا

Menunjuklah kamu! dengan menggunakan أُوْلَى untuk kata tunjuk jamak secara mutlak (untuk male atau female) adapun memanjangkannya adalah lebih utama (menjadi: أُوْلآءِ ). Dan ucapkanlah olehmu! untuk kata tunjuk jauh ……

Penggunaan Kata Tunjuk Jauh

بِالْكَافِ حَرْفَاً دُوْنَ لاَمٍ أَوْ مَعَهْ ¤ وَالَّلامُ إنْ قَدَّمْـــتَ هَـا مُمْتَنِـــعَهْ

… dengan menambah huruf Kaf dengan tanpa Lam atau menyertainya (menjadi داك atau ذالك). Penggunaan tambahan Lam itu dicegah apabila kamu mendahulukan dengan huruf Tanbih هَا (menjadi: هَذَاكَ, tidak boleh هَذَالِكَ ).

Isim Isyarah Makan (Kata tunjuk tempat) Dekat

وَبِهُنَـا أَوْ ههُنَـا أَشِـــرْ إلَى ¤ دَانِي الْمَكَانِ وَبِهِ الْكَافَ صِلاَ

Menunjuklah kamu! kepada tempat yang dekat dengan menggunakan هُنَـا atau ههُنَـا. Dan sambungkanlah! dengan Kaf pada Isim Isyarah tempat tsb, untuk ….

Isim Isyarah Makan (Kata tunjuk tempat) Jauh

فِي الْبُعْدِ أَوْ بِثَمَّ فُهْ أَوْ هَنَّا ¤ أَوْ بِهُنَــالِكَ انْــطِقَنْ أَوْ هِنَّــا

… tempat yang berada jauh, atau ucapkan! dengan memilih menggunakan ثَمَّ atau هَنَّا, ataupun ucapkanlah dengan menggunakan هُنَــالِكَ atau هِنَّــا.

Bab Isyarah